Entah kenapa jenis makanan yang sangat gue suka yaitu jengkol ama pete jarang sekali disukai anak muda. Gue juga ngelihat banyak bocah bocah yang dibilang gaul keturunan berduit jarang yang suka makanan begituan. Gue emang ngakuin efek dari makan jengkol ama pete itu bau yang kurang sedap apalagi kalo buang air bau pesingnya pasi keluar. Tetapi gue tetap bakalan makan jengkol ama pete.hahaha
Kalo Nyokap ama adik-adik gue ngebenci jengkol ama pete. gue sendiri kaga tau sebabnya kenapa. Kalau adik ade gue mungkin efek keturunan nyokap. Tapi kalo dirumah gue masih punya temen sesama penyuka pete jengkol yaitu bikap. Kalo makan mesti ngumpet ngumpet sih tapi. mau gimane kan daripada kena semprot nyokap. hahaha
nikmatin jengkol ama pete itu cukup pake sambel doang kalo gue. Tapi dijadiin apapun jengkol ama pete itu tetep makanan favorit gue :p
Sabtu, 12 November 2011
Senin, 07 November 2011
Rekayasa
setengah kematian yang datang menumpang diam dengan wujud kemayu. ia pakai bedak yang dipinjami dari lelaki yang dipatok otaknya. kelingkingnya sama sekali utuh, yang memotong pun tak bakal tega.
giginya mungkin rapuh, bekas makanan banyak nyangkut sebab omongannya meminta.
hanya sedikit gunung saja sumpahku. nanti syukurku juga dua gengam gunung, kalo sampai ia sadar terpental dari tindihan tanah hidupnya.
gigiku tak pernah mengkilat tertembus lampu, atau kering terkena kipas angin. bodohnya aku tak tersengat malah ingin menyengat.
giginya mungkin rapuh, bekas makanan banyak nyangkut sebab omongannya meminta.
hanya sedikit gunung saja sumpahku. nanti syukurku juga dua gengam gunung, kalo sampai ia sadar terpental dari tindihan tanah hidupnya.
gigiku tak pernah mengkilat tertembus lampu, atau kering terkena kipas angin. bodohnya aku tak tersengat malah ingin menyengat.
Sabtu, 05 November 2011
Rabu, 02 November 2011
Jejeg
Kelahiranku terbuang antara timur yang tak jauh dan barat tak berpusat. Bahasaku berpagut sejarak mata kakekku.
Sabtu, 02 April 2011
Eksposisi Kota Tua - bersama Ahmad Dja'far Sudjatmiko-
"Apa yang kau pikir tentang kota tua ini?"
Kau diam menutup tugu hati
Ditegakkan sejarah, seorang raja raksasa
Potretnya terpaku di ruang
Tidur dan mimpimu
Dan pohon nenekmoyang ditanam ditengah kota
memaksa berubah di sanubari manuspa kita
"Jika kelak musim memilih tiba
kalian mesti memetiknya!"begitu seru serdadu
Lalu kita pun terus menyusuri jejak
jilatan matahari kota
Jiwa yang gersang namanya
Dilecut tahun dan sia-sia
"Apa yang kau pikirkan tentang kota tua ini?"
Kau menduga "Ini sebuah kuburan raksasa yang
Dipenuhi nisan serta berhala"
"Ya. Dan pohon nenekmoyang itu memaksa
Menghisap segala di sekitarnya!" kita lalu
menghibur diri dengan menatap langit
Lalu tahu bulan sabit akan jadi senjata
Dan purnama
( Abdul Wachid BS, 1990 )
Kau diam menutup tugu hati
Ditegakkan sejarah, seorang raja raksasa
Potretnya terpaku di ruang
Tidur dan mimpimu
Dan pohon nenekmoyang ditanam ditengah kota
memaksa berubah di sanubari manuspa kita
"Jika kelak musim memilih tiba
kalian mesti memetiknya!"begitu seru serdadu
Lalu kita pun terus menyusuri jejak
jilatan matahari kota
Jiwa yang gersang namanya
Dilecut tahun dan sia-sia
"Apa yang kau pikirkan tentang kota tua ini?"
Kau menduga "Ini sebuah kuburan raksasa yang
Dipenuhi nisan serta berhala"
"Ya. Dan pohon nenekmoyang itu memaksa
Menghisap segala di sekitarnya!" kita lalu
menghibur diri dengan menatap langit
Lalu tahu bulan sabit akan jadi senjata
Dan purnama
( Abdul Wachid BS, 1990 )
tatoo
Apalagi yang mesti tertulis? Di goa itu semua makanan telah habis untuk mereka yang serakah. Apalagi yang mesti tertulis? Di perut mereka..
Nama Tuhan tinggal bagian batang. Apalagi yang mesti tertulis? Di jalanan kebulan asap semakin membumbung. apalagi yang mesti tertulis?
dan yang pantas untuk tertulis hanya engkau! Kekasih dari setiap kekasih murni!
Nama Tuhan tinggal bagian batang. Apalagi yang mesti tertulis? Di jalanan kebulan asap semakin membumbung. apalagi yang mesti tertulis?
dan yang pantas untuk tertulis hanya engkau! Kekasih dari setiap kekasih murni!
panas
manusia pembangkang magis. melampari matari dengan daun. bukannya reda malah tambah gila.
Langganan:
Postingan (Atom)
